Rabu, 22 April 2020

Ramadhan ku ketika COVID.19

Marhaban ya Ramadhan.

INFOGRAFIK: Daftar Istilah Terkait Virus Corona dan Covid-19Khazanah Ramadhan Republika

Marhaban ya Ramadhan, dalam menyambut bulan suci ramadhan biasanya kalimat ucapan tersebut dengan berbagai pernak-perniknya menghiasi tepian jalan di negeri kita membuat suasana ramai. Kata marhaban berasal dari kata rahaba yang berarti tanah lapang (al-Shahih ibn ‘Abbad, al-Muhith fi al-Lughah: 1/222). Seakan-akan orang yang mengucapkan kalimat itu ingin berkata, “Hati kami terasa lapang menyambutmu wahai bulan Ramadan”.
Ironisnya di tahun 2020 ini, sekali pun Ramadhan sudah hampir tiba namun penyambutannya tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Hampir tidak ada pernak-pernik penyembutan dan tidak tersiar tradisi penyembutan yang menjadi representasi kesyukuran atas datangnya Ramadan sebagai bulan Mulia ummat muslim. Kemegahan dan keramaian Ramadhan itu kini tidak tersa, hanya sepi dan sunyi menyelimuti. Sudah mulai terasa bahwa Ramadhan yang akan kita jalani akan berbeda seiring adanya pandemi wabah virus corona (covid-19).
Bahkan syiar Ramadhan pun akan dibatasi pelaksanaannya karena Covid-19, dalam hal ini pemerintah melalui Kementerian Agama menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah Pandemi Wabah Covid-19. Yaitu tertuang dalam Surat Edaran No 6 tahun 2020 yang inti dari surat edaran tersebut adalah sahur, buka puasa, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti. Buka puasa bersama (kelompok/instansi), nuzulul Qur’an, i’tikaf, halal bihalal dalam perkumpulan dan sholat idul fitri di Masjid/lapangan ditiadakan hingga terbitnya Fatwa MUI. Dan kegiatan zakat lebih disegarakan pengumpulan dan pendistribusian, serah terima zakat harus dilengkapi dengan alat pelindung kesehatan seperti masker, sarung tangan dan alat pembersih sekali pakai (tissue).
Pedoman tersebut memang sangat membatasi syiar Ramadhan yang bisanya Ramadan identik dengan ibadah berjamaah, berkumpul dalam kegiatan Islami menuntut ilmu dan syiar Islam yang banyak dan semarak, dan te­levisi penuh dengan tayangan-tayangan religius. Namun demi mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi pegawai serta masyarakat muslim di Indonesia dari risiko Covid-19, maka surat edaran tersebut tidak boleh diabaikan dan harus dipindahkan oleh seluruh kaum Muslimin di Indonesia.
Bagi penulis, isi surat edaran tersebut sangat tepat untuk diberlakukan bila melihat keberadaan Covid-19 yang semakin menyebar, karena apa yang lakukan pemerintah saat ini persis seperti apa yang pernah dilakukan oleh Umar Bin Khattab ketika wilayah bagian barat Palestina dijangkiti oleh wabah penyakit Amawas yang menyebar hingga ke Syam dan Irak. Akhirnya khalifah Umar bin Khattab memberlakukan karantina, social distancing dan social containment dengan tetap menjalankan ibadah yang sejalan dengan Syariat Islam. Begitulah yang hari diberlakukan oleh pemerintah Indonesia, tentunya harus kita dukung sebagai bentuk iktiar agar Covid-19 mereda dan hilang.
Klinik Ramadhan Menjadi Benteng Pelindung dari Virus.
Sesuai dengan makna Ramadan yaitu pembakaran, berharap Covid-19 terbakar hilang lenyap seiring dengan lenyapnya segala sifat negatif manusia, lenyapnya kekejian dan maksiat. Bulan Ramadan membakar, meng­hanguskan, dan melenyapkan semua dosa dan angkara murka yang melekat pada diri manusia.
Kaitannya dengan Covid-19 Ramadhan dapat menjadi klinik penangakal virus dan klinik penyembuhan dari virus karena klinik Ramadan menggiring individual dan sosial keummatan untuk melestarikan nilai-nilai Ilahiyah (ketuhanan) yang dapat meredam murka Allah dan tercurah rahmat Allah. Kedatangan Ramadan sebagai upaya  preventisasi, kuratisasi, dan konstruksasi dalam menuntaskan perilaku-perilaku keji dan fakhsya’. Pendekatan preventif, (pencegahan dan pengawasan) berorientasi pada perwujudan dan integritas diri melalui pengawasan, pengurangan dan penghindaran diri dari perilaku-perilaku buruk yang dapat mendatangkan dosa dan maksiat. Manusia pun kembali kepada kesucian dan ketenangan jiwa. Menurut Ibnu Sina dalam bukunya yang berjudul Qonun Fi Tib bahwa jiwa yang tenang sebagai penangkal dan sebagai obat dari pandemi wabah penyakit.
Klinikal Ramadan adalah religi terapi kejiwaan, di mana individu beribadah yang ikhlas kepada Allah Azza Wajalla, memasung jiwa dalam kebaikan, meninggalkan perbuatan angkara murka, membelenggu sifat individual, hasad, iri hati, takabbur, pongah, angkuh, berucap kata-kata kotor, mengumpat, dan menggunjing, maka proses terapeutik melalui metodologi klinikal Ramadhan telah bergulir, untuk kemudian individu merasakan kenyamanan, kedamaian, ketenangan, ketenteraman, dan kesehatan mental paripurna. Dan orang yang senantiasa dalam kejiwaan tersebut akan menghasilkan getaran frekuensi tinggi yang dapat mengusir virus. Karena David Hawkins seorang peneliti tentang frekuensi menyatakan bahwa virus tidak bisa hidup pada frekuensi tinggi manusia namun virus berada pada manusia dengan frekuensi rendah yang diakibatkan dari rasa panik, takut, kuatir, sedih, frustasi, panik dan jauh dari nilai-nilai agama. Saya pun yakin bila kaum muslimin menjalani bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya tidak ada lagi tempat tinggal bagi Covid-19. Dan kesibukan ibadah pada bulan Ramadhan akan mensukseskan social distancing dan social containment.
Bulan Ramadan adalah bulan pesantren kejiwaan. Individu yang tadinya bersifat individulis, hasad, senang melihat orang susah, susah melihat orang senang (penyakit SMS), mengganggu kenyamanan orang lain, menjahili, dan menabur kebencian, maka di masa proses klinikal Ramadhan sifat itu berubah menjadi positif, bahagia melihat orang senang, damai dengan ketenteraman orang, berlaku ma’ruf, dan menabur kasih sayang antar sesama, berbagi kepada sesama terutama dalam situasi Covid-19 sifat-sifat mulia seperti ini yang sangat di butuhkan, disamping mencegah juga menanggulangi korban Covid-19 dengan membantu pengobatan dan membantu yang kekurangan finansial karena terbatasnya mencari nafkah dengan berbagi rizki sesui dengan prinsip zakat fitrah dan zakat maal di bulan Ramadhan.
Puasa Menciptakan Lingkungan Terbebas dari Virus
Puasa dalam Alquran disebut dengan Shoum yang memiliki arti menahan dan menjaga. Menjaga diri dari berbuat maksiat, menjauhi kemudaratan, menghindari penyakit, menjaga kebersihan atau pun menjaga lingkungan semuanya adalah perbuatan puasa dari segi bahasa. Sedangkan menurut syariat islam pengertian ibadah puasa yaitu menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim.
Selain itu libadah puasa adalah ibadah yang tertua yang terdapat dalam semua agama umat manusia. Ibadah puasa lebih tua daripada salat, zakat, haji dan lain-lain. Puasa tidak hanya dilakukan oleh manusia. Juga oleh hewan dan tumbuh-tumbuhan, bahkan bangsa jin dan para malaikat untuk mencapai kesempurnaan mereka. Bagaimana hubungan puasa dengan lingkungan yang semakim hari semakin krisis yang dapat mengundang wabah penyakit seperti Covid-19, yang kita sebut dengan krisis lingkungan (environmental crisis).
Krisis lingkungan hidup yang terjadi dewasa ini merupakan gambaran krisis spiritual paling dalam yang pernah melanda umat manusia akibat pandangan antropocentris. Yakni  pendewaan humanisme, materialisme, hedonism dan pragmatisme. Manusia cenderung mengekploitasi alam tanpa batas, sehingga terjadilah ekploitas terhadap alam yang mengatasnamakan keperluan manusia. Hal ini diperlukan penyelamatan bumi  dengan segera melalui ibadah puasa yang mengajarkan hidup yang tidak memprioritaskan kepada kehidupam material secara berlebihan.
Puasa lebih menitikberatkan kepada ke kehidupan yang spiritualisme (rohani) memiliki perspektif ecoreligius dalam menyelamatkan pelestarian lingkungan hidup secara efektif dan mendasar. Tanpa adanya pemahaman ecoreligius dan implementasinya akan mengakibatkan kehancuran bumi dan krisis lingkungan tidak pernah kunjung berhenti. Padahal kerusakan lingkungan akan mendatangkan bencana alam. Kerusakan alam juga akan menimbulkan wabah penyakit yang diakibatkan karena industrial yang tidak diiringi dengan pelestarian alam. Atau akibat pemburuan bintang di alam liar untuk bahan konsumtif yang akhirnya binatang liar hidup bukan pada tempatnya lagi.
Dalam kehidupan sehari-hari tanpa adanya pemahaman ecoreligius dan implementasinya akan mengakibatkan lingkungan hidup seperti rumah, sekolah, tempat ibadah, kantor dan tempat  tinggal dan beraktivitasnya manusia menjadi jorok dan kotor yang akan mengundang penyakit melalui hewan, seperti kecoa, lalat, nyamuk, tikus, dan sebagainya. Abai terhadap ecoreligius melahirkan budaya buruk malas mencuci, buang sampah sembarangan, padahal kebersihan pangkal kesehatan. Disini, puasa untuk menjadikan seseorang bersih (fitrah) bukan hanya terbatas pada bersih jiwa namun juga bersih raga (lingkungan). Sebagaimana doktrin Islam “athuru minal iman” atau “annazhofatu minal iman”, kebersihan bagian dari iman.
Maka, makna ibadah puasa secara filosofi dalam kaitannya dengan lingkungan hidup dan alam semesta tidak akan dapat dimengerti sepenuhnya tanpa mengaitkan dengan konsep Islam tentang manusia. Dalam berbagai agama, manusia selalu dipandang sebagai pemelihara lingkungan namun dalam pandangan antropocentrisme manusia telah berubah menjadi  perusak lingkungan dan pengekploitasi alam  semesta. Dalam konteks ini kondekuensinya makna spiritual  puasa sendiri dalam hal ini memandang manusia dari dua arah, yaitu sebagai wakil Tuhan (QS al-Baqarah: 30) yang cenderung agresif-aktif dan sekaligus hamba Tuhan yang bersifat pasif dalam pengertian yang sebenarnya (QS al-A’rraf: 172).
Dalam hal ini, ibadah puasa mengajarkan mendahulukan tanggung jawab dari pada hak, karena pada hakikatnya manusia tidak memiliki hak apapun yang berada di luar kontrol Allah. Baik hak terhadap alam semesta maupun hak atas dirinya sendiri. Oleh sebab itu, puasa dalam perspektif ecoreligius menghendaki harmonisasi manusia dan alam sesuai aturan Tuhan (Teoantroposentris) sehingga tercipta lingkungan yang tertata rapi, asri, indah dan bersih sehingga lingkungan pun terbebas dari wabah penyakit kuman ataupun virus.
Motivasi Puasa dan Covid-19 Untuk Merarih Derajat Muttaqin
Tujuan puasa adalah mencapai ketakwaan. Ketakwaan adalah memelihara diri dari segala yang membahayakan dan menyengsarakan hidup, dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Jadi memelihara diri dari wabah penyakit seperti Covid-19 merupakan bagian dari terjemahan takwa.
Ketakwaan dapat dipandang sebagai ukuran derajat kemanusiaan manusia. Semakin tinggi ketakwaan seseorang, semakin tinggi derajat kemanusiaannya. Yaitu ketakwaan dalam arti sebenarnya mencerminkan bukan hanya ketakwaan pribadi, tapi juga ketakwaan yang mampu melahirkan kebajikan komunitas, yang berguna bagi orang banyak. Dapat dikatakan manusia yang mulia di mata Allah adalah manusia yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak.
Orang yang tidak bermanfaat bagi orang banyak bukan orang saleh dan bukan pula orang bertakwa. Maka motivasi puasa dan Covid-19 kesempatan bagian kita untuk mencapai gelar Muttaqin dengan memberi manfaat malalui berbagi rizki kepada sesama karena hari ini banyak yang membutuhkan bantuan finansial disebabkan Covid-19 yang membatasi masyarakat mencari nafkah.
kebaikan, yang sekaligus adalah ukuran ketakwaan dan kesalehan. Rasulullah Muhammad SAW mengatakan bahwa manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang banyak. Tetapi harus diingat bahwa semua perbuatan yang dilakukan untuk kesalehan harus disertai dengan niat untuk mengabdi kepada Tuhan. Jika suatu perbuatan tidak disertai niat untuk mengabdi kepada Tuhan, akan timbul godaan kuat untuk pamer diri (riya’).
Puasa yang berhasil mencapai tujuannya, yaitu ketakwaan, melahirkan sifat-sifat terpuji seperti kejujuran, kesabaran, ketabahan, kepedulian sosial, kedermawanan, kasih sayang, keramahan, dan toleransi. Puasa yang lebih tinggi kualitasnya bukan hanya menahan diri dari perbuatan yang membatalkannya, tetapi juga menahan diri dari perbuatan-perbuatan tercela seperti: berbohong, menipu, memfitnah, bergunjing, mendengar yang tidak bermanfaat, melakukan kekerasan, menghina, dan mencaci-maki.
Pesan takwa dalam puasa ini perlu dipahami di tengah gejala menguatkan pandemi wabah Covid-19. Puasa dan Covid-19 dapat penjadi wadah tercapai gelar Muttaqin, puasa yang identik dengan menjaga diri untuk senantiasa suci secara zhohir batin dan Covid-19 yang menutut manusia untuk hidup bersih, saling menolong dalam kondisi kekurangan dan bekerja sama dalam kebaikan. Dua entitas yang memiliki tujuan yang sama.
Apabila predikat mukmin, mushlihin, dan muttaqin dapat diraih selama menjalani proses Ramadan di tengah Covid-19, maka kesehatan mental dan  fiskal adalah bagian-bagian yang menjadi hak dan anugerah Allah, khusus bagi orang-orang yang akan memasuki pintu syurga al-Rayyan. Allahu a’lam bisshawwab.

Jumat, 13 Desember 2019

Kerinduan anak yatim


Anak yatim menjadi salah satu perhatian kita. Ada banyak manfaat dan keutamaan menyayangi anak yatim yang mendatangkan banyak sekali manfaat untuk kehidupan kita.
Kata yatim disebutkan sebanyak 23 kali dalam Al-Qur'an yaitu 8 dalam bentuk tunggal, 14 dalam bentuk jamak dan 1 dalam bentuk dua (mutsanna).Anak yatim adalah anak yang ditinggal meninggal ayahnya ketika belum dewasa. Sedangkan jika yang meninggal ibunya, anak tersebut disebut piatu. Al-Qur'an secara tegas mengatakan anak yatim adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan diperhatikan. Allah berfirman dalam hadist keutamaan menyayangi anak yatim:
"Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah "Memperbaiki keadaan mereka adalah baik," (QS. Al-Baqarah [2]: 220).
Disebut yatim jika anak tersebut belum baligh. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak lagi disebut yatim anak yang sudah bermimpi (baligh)." (HR. Abu Daud dari Ali bin Abi Thalib). (Sunan Abi Daud, Kitab Al-Washaya No. 2489).
Dikutip dalam buku berjudul 'Dahsyatnya Doa Anak Yatim' oleh M. Khallurrahman Al Mahfani tentang keutamaan mencintai anak yatim:
1. Meraih Peluang Menjadi Teman Rasulullah SAW di Surga
Orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga, berdekatan dengan Rasulullah SAW seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah.
"Saya dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini," kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit." (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa'd). (Lihat Shahih Bukhari, Kitab Ath-Thalaq: 4892. Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah'an Rasulillah: 1841. Sunan Abi Daud, Kitab Al-Adab:4483).
2. Pengasuh Anak Yatim Dijamin Masuk Surga
Kalaupun pemelihara anak yatim tidak dapat menjadi teman Rasulullah di surga karena mungkin tidak memenuhi persyaratan ideal, ia akan tetap dijamin masuk surga.
Rasulullah SAW bersabda:
"Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni." (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas). (Lihat Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah'an Rasulillah: 1840).
3. Mendapat Predikat Abror (Saleh atau Taat Kepada Allah)
Keutamaan menyantuni anak yatim dan memberi makan anak yatim dan orang miskin merupakan tanda orang-orang yang abror.
"Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." (QS. Al-Insan: 5-6).
4. Memperoleh Pertolongan dari Allah SWT
Menolong anak-anak yatim dalam berbagai bentuk kepedulian nyata merupakan ibadah yang akan mendatangkan pertolongan Allah.
"Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. (HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah). (Lihat Shahih Bukhari, Kitab Al-Adab: 5557).
5. Menghindarkan dari Siksa Akhirat
Memelihara atau mengasuh anak yatim adalah kewajiban yang tgas-tegas Allah perintahkan melalui ayat-Nya dan sabda rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman:
"Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya. (HR. Thabrani dari Abu Hurairah). (Imam Ath-Thabrani, Al-Mu'jam Al-Ausath, VIII/346. Hadist no. 8828).


6. Investasi Amal untuk Akhirat
Manfaat menyayangi anak yatim salah satunya adalah investasi amal di akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
"Jika manusia mati maka terputus lah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendoakannya." (HR. Muslim dari Abu Hurairah).
7. Menggapai Keberuntungan dan Menjadi yang Terbaik
Keutamaan menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf (mengajak kebaikan) dan nahi mungkar (melarang berbuat maksiat). Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini:
"Siapa saja yang menyeru kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya itu." (HR. Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud dari Abu Mas'ud).
Dikutip dalam www.nu.or. id, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Semarang, Jawa Tengah Hj Muslimatin Jatmiko mengatakan, setiap anak tidak bisa memilih dilahirkan dalam seperti kondisi apa. Tidak ada yang bisa meminta untuk dilahirkan dengan kondisi orang tua lengkap atau justru tanpa orang tua.
Alhamdulillah dari sejak usia TK, SD, SMP, SMA kami selalu menyantuni mereka kini telah tumbuh menjadi anak sholeh, cerdas dan pandai bersyukur diantaranya ada yang masih usia 6 (lima) tahun atas nama Maulana, 9 (delapan) tahun bernama Fahri, 10 (sepuluh) tahun Yusuf, 16 (enam belas tahun) bernama Gilang Ramadhan. 


Dengan memuliakan anak yatim setidaknya kita akan mendapat tujuh keutamaan besar, antara lain dekat dengan Rasulullah di surga, melunakkan hati yang keras, terpenuhinya kebutuhan hidup, dan memperoleh perlindungan di hari kiamat. Selamat menebar kebaikan semoga dikaruniaiNya nikmat sehat, sabar, istiqomah, selalu bersyukur, Aamiin



Plastik pun bicara


Asosiasi Kedokteran Dunia sudah menemukan penyebab penyakit kanker. Jawabannya : PLASTIK.

Di tahun 2019 nilai tingkat kematian di China terus menerus meningkat bahkan sampai ke usia muda. Ini dikarenakan kita menggunakan barang-barang yang terbuat dari bahan plastik, kehidupan kita yang sekarang ini tidak dapat terlepas dari barang-barang yang terbuat dari plastik. Penderita penyakit kanker semakin lama semakin banyak diderita oleh anak-anak. Jika tidak segera dicegah akan terlambat.
Dengan adanya plastik mempermudah kehidupan manusia. Demikian pula ini adalah penyebab meledaknya penyakit kanker yang terbesar dalam sejarah dunia. Mengurangi menggunakan plastik adalah jalan yang terbaik mencegah penyakit kanker. Demi kesehatan Anda dan keluarga, kurangilah menggunakan barang berbahan plastik.
Saat plastik tersentuh panas, dapat menimbulkan 52 macam bahan kimia yang beracun penyebab penyakit kanker.
Hasil gambar untuk plastikJika menggunakan plastik untuk masa jangka panjang akan dapat merusakkan tubuh Anda dengan parah.

1. Minum teh jangan menggunakan wadah dari plastik. 👉 banyak di warkop di tanah suci ya 🤭, saat ini sudah mulai merambah ke toko kolontong / Mart2 yg ada dg menyiapkan
( bahan minuman saset plus air panas sekaligus gelas yg menimbulkan penyakit itu ) 🥴
Proses pembuatan gelas plastik ditambah bahan Polipingsan untuk melembutkan gelas. Jika gelas tersebut Anda isi dengan air panas, pada saat suhu yang tinggi, itu akan mengeluarkan racun dan kita bisa keracunan secara perlahan.

2. Dilarang menggunakan kantong plastik untuk membungkus makanan apapun yang panas. ⛔ Kantong plastik umumnya terbuat dari bahan polipingsan, tidak berwarna, sangat bening, fleksibel, terdapat lapisan parafin. Pada umumnya kantong plastik itu dibuat dari sisa bahan plastik. Kemungkinan besar bahan-bahan tsb bisa mengeluarkan suatu zat yang berbahaya.

3. Jangan menggunakan botol plastik untuk disimpan di dalam kulkas. ⛔ Air di dalam botol plastik yang disimpan di dalam kulkas dapat mengeluarkan suatu zat yang sangat ganas beracun yaitu dioksin. Ini bisa menyebabkan kita terkena penyakit kanker.

4. Jangan memasukkan alat-alat yang terbuat dari plastik ke dalam microwave. ⛔ Karena alat-alat plastik tsb
mengandung banyak bahan Karbontetraoksida.
Jika Anda memanaskan makanan menggunakan microwave, setelah mencapai suhu tinggi, dapat mengeluarkan racun dan masuk ke dalam makanan.
Hasil gambar untuk plastik
5. Jangan menggunakan sumpit yang sekali pakai. ⛔ ( Allah sdh diberi tangan, kenapa tidak dimanfaatkan saja🤔 ) 🙋🏻 Karena menggunakan bahan pemutih Hidrogen Peroksida untuk memutihkan sumpit. 🙈 Setelah bahan pemutih Hidrogen Peroksida ini dimasak sumpit yang berwarna hitam menjadi berwarna putih. Pemutih Hidrogen Peroksida mengandung zat pembusuk yang sangat keras. Sehingga menyebabkan sumpit jadi bersih dan berwarna cerah. Ditambah cairan parafin dan itulah yang dapat menyebabkan penyakit kanker.

6. Sup asam pedas.🤔  Sup asam pedas yang panas ini jika ditaruh di dalam mangkok plastik, ini akan mengandung zat Polyoxyethylene dan zat Bisphenol A. Kedua zat ini bisa mengeluarkan racun penyebab penyakit kanker.

7. Sebenarnya di dalam mie instan ada mengandung berapa banyak zat beracun? ⛔ Mangkok mie instan agar bisa kedap air, di dalamnya dilapisi parafin.
Setelah dipanaskan lapisan parafin akan mengeluarkan sejenis zat Bisphenol yang beracun. Jika kita memakannya untuk jangka waktu panjang, sangat berbahaya.

Jika dijumlahkan secara menyeluruh tingkat kematian di negara kita lebih dari 1 juta jiwa per tahunnya.

Dokter menghimbau, jika menerima vlog ini segera sebarkan ke teman- teman dengan demikian akan terselamatkan 1 nyawa dan selalu bersyukur selamat menebar kebaikan semoga dikaruniaiNya nikmat sehat, sabar, istiqomah Sayangi keluargamu semoga manfaat ya sahabat hatiku. Love You

Gula oh gula gula

nampaknya PENTING UNTUK DiKETAHUI oleh kita

""PERBEDAAN
Gula Pasir,
Gula Batu
dan
Gula Merah""

○. Gula adalah pemanis makanan yang banyak disukai orang.

Penggunaan Gula biasanya dengan cara menambahkan pada makanan dan minuman,
jarang sekali orang yang mengkonsumsi gula secara langsung.

Hasil gambar untuk gula batu merahDi masyarakat KITA ada 3 (tiga) jenis gula yang dikenal yaitu Gula Pasir, Gula Batu dan Gula Merah

Namun meskipun sama-sama manis rasanya, ternyata antara Gula Pasir, Gula Batu dan Gula Merah
👇🏼
mempunyai
DAMPAK yang BERBEDA bagi TUBUH manusia KHUSUS-nya bagi PANKREAS.

□. DAMPAK PENGGUNAAN Gula-Gula TERHADAP PANKREAS...?.

◇. GULA PASIR.

Untuk MENGUBAH Gula Pasir MENJADI GULA DARAH.
Tubuh HANYA Memerlukan Waktu 3 Menit.

Tetapi Untuk MENGUBAH GULA DARAH Menjadi ENERGI yang DAPAT DISIMPAN Dalam OTOT,
PANKREAS MEMERLUKAN Waktu kira-kira 140 Menit

Mengapa...?
👉🏼 Karena Proses Pembuatan Gula Pasir itu  di-Panaskanya sampai dengan 400 Derajat Celcius...

Semakin Tinggi Proses Pemanasan Makanan
makanan akan Semakin Sulit Dicerna

Dalam
Satu Hari PANKREAS yang NORMAL Hanya Mampu Mengubah 5 Gr ( = ½ Sendok makan) Gula Pasir Menjadi Energi.

●.Bagaimana jika kita Mengkonsumsi GULA PASIR Lebih dari ½ Sendok Makan .....?
👇🏼
Sisa Gula Pasir yang Tidak bisa diproses oleh Pankreas Akan Tertimbun Dalam Tubuh MENJADI "Gula Darah dan LEMAK"
Lama-kelamaan Tubuh kita akan terkena Penyakit DIABETES  bahaya....?! 

👉🏼 *Jadi
Apakah kita masih tertarik
Untuk meng-Konsumsi Gula Pasir Sesukanya/ Seenaknya...?

▪GULA BATU.

Adalah Gula yang ber-Bentuk seperti Batu (bening/putih & mirip dengan es batu).

Proses Pembuatannya hampir sama dengan gula pasir, namun suhu yang diperlukan untuk memprosesnya "tidak setinggi" seperti pada gula pasir.

Dalam 1 Hari, Pankreas yang Normal MAMPU meng-UBAH 60 Gr (sekitar 6 Sdk Mkn) Gula Batu men-JADI Energi.

Dengan Demikian Gula Batu tergolong LEBIH SEHAT Dibanding Gula Pasir.

○  GULA MERAH...
Dikenal juga dengan nama GULA JAWA.

Adalah Gula yang Dibuat Dari Bunga pohon Kelapa/Aren.
Biasanya lebih Sering digunakan Untuk Bumbu Dapur.

Dalam 1 Hari, Pankreas yang Normal/ Sehat
👇🏼
Mampu meng-UBAH 90 Gr (sekitar 9 Sendok makan) Gula Merah men-JADI ENERGI.
apakah pankreas kiTa msh normal/sehat...?  sebaiknya gula merah pun kurangi juga dari 9 sendok.

○.JADI Jika dibandingkan semua jenis gula tadi,
GULA MERAH adalah Gula yang PALING SEHAT dibanding Gula Pasir dan Gula Batu.

□.AGAR PANKREAS kita TIDAK ke-LELAH-an dan tetap SEHAT
👉🏼 Sebaiknya kita MENGURANGI KONSUMSI GULA, baik itu Gula Merah, Gula Batu, terlebih lagi mengkonsumsi Gula Pasir
Hasil gambar untuk pankreas menghasilkan enzim

PANKREAS mempunyai BATAS KEMAMPUAN Untuk Mengubah Gula menjadi Energi.
👇🏼
APABILA PANKREAS sudah TIDAK MAMPU Melaksanakan Fungsinya Maka Tubuh kita akan dapat Terkena Penyakit Diabetes  😭

SumberPenulis
Dr Affifah.
     
👉🏼 apabila ikhlas, silahkan berbagi selamat menebar kebaikan, semoga diberikan nikmat Sehat, Sabar, Istiqomah, selalu bersyukur Aamiin Yaa Rabbal'Alamiin

Selasa, 10 Desember 2019

BACALAH, SEBELUM TERLAMBAT

BACALAH, SEBELUM TERLAMBAT

Nanti di Akhir Zaman Ada Suatu Hari orang bangun jam 6 pagi atau setengah 6 pagi..
Hari tu gelap sperti malam.. seperti apa malam tu, gelapnya, seperti itu juga gelapnyaa di setengah 6 pagi itu..
jadi orang2 berfikir apa kah ini gerhana atau hari mendung mau hujan.

Hasil gambar untuk al quran diturunkan selama
Kemudian orang2 membiarkan.. sampai jam 7 pagi langit masih saja gelap.. sampai jam 12 siang gelap aja masih.. bingung orang2..

Orang2 yg kuat imannya kepada Allah Ta'ala sdh bercucuran keringat krn sdh paham akan fenomena ini..
Orang2 lain masih menganggap ini fenomena alam ..

Di tunggu2 sampai 24 jam matahari tidak muncul2..
sampai berlangsung 3 hari..
Hasil gambar untuk al quran diturunkan selama
Begitu Masuk Hari Ke 4.. Matahari Muncul dr arah barat..

Langsung seketika itu orang2 yg bekerja langsung meninggalkan pekerjaannya..
ibu2 yg menyusui anaknnya langsung meninggalkan anaknya..
orang yg bedagang meninggalkan tokonya..
segala yg beraktivitas meninggalkan aktivitas nya..

Mereka semua berlari menuju rumahnya masing2 mengambil Qur'an untuk diBaca..
tetapi apa yg terjadi disaat itu ketika semua Al-Qur'an dibuka sehurufpun Qur'an itu tdk ada lg tulisannya..

Jadi jangan sampai datang masa ini baru mau membaca Al-Qur'an buat menambah amal.. tetapi mulai sekarang Baca Al-Qur'an itu mumpung masih ada hurufnya..
<b>
Subhanallah !
Sekarang Anda mempunyai dua pilihan:
1) Biarkan info ini tetap dalam WA anda ini tanpa ada manfaatnya untuk orang lain.
2) Share info ini ke sejumlah orang yang Anda kenal dan Insya'Allah Allah ridha..
Allah akan menganugerahkan kepada setiap orang yang Anda kirimi
Marilah kita berdoa, bermunajad kepada Allah Ta'ala.
Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.
Rasulullah S.A.W bersabda  : "Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia) dia akan tetap memperoleh pahala"
(HR. Al-Bukhari)
Silahkan Bagikan agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketaqwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya Allah...
Muliakanlah orang yang membaca
tulisan ini.
Lapangkanlah hatinya
Bahagiakanlah keluarganya.
Luaskan rezekinya seluas lautan.
Mudahkan segala urusannya.
Kabulkan cita-citanya.
Jauhkan dari segala Musibah.
Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah,
Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Munkar.
Dan semoga yg membagikan tulisan ini wafatnya dalam husnul Khotimah.
 Aamiin...Aamiin.. Aamiin.. Ya Alloh Ya Robbal Aalamiin
Kalau sudah baca bagikan dengan Ikhlas !

Senin, 02 Desember 2019

Meskipun kecil, kebaikan tetaplah kebaikan

Hasil gambar untuk berbuat baik kepada makhluk allah

Hasil gambar untuk berbuat baik kepada makhluk allahBERBUAT BAIKLAH, KARENA KITA TIDAK TAHU KEBAIKAN MANA YANG AKAN MEMUDAHKAN JALAN KITA MENUJU 



Seorang manusia yang mengaku sebagai hamba Allah memiliki beragam hal yang dapat dilakukan dalam kesehariannya. Ada yang statusnya wajib, sunnah ataupun yang statusnya boleh dilakukan atau yang biasa dikenal dengan istilah mubah.
Perkara-perkara yang wajib merupakan sebuah keharusan, amalan-amalan yang sunnah merupakan pelengkap, perbuatan yang mubah adalah penghias kehidupan manusia. Ketiga hal tersebut mencakup perkara-perkara  yang sifatnya berhubungan dengan Allah (Hablun minallah) ataupun sifatnya berhubungan dengan manusia (Hablun minannas).
Sayangnya terkadang manusia lupa akan tugasnya. Hablun Minallah ia tak melaksanakannya, sementara Hablun Minannas pun ia tinggalkan. Ia terlalu sibuk dengan banyaknya kepentingan dan keinginan dirinya atas perhiasan dunia. Ia lupa akan amal-amal kebaikan yang sebenarnya adalah kebutuhannya, walau pun sekecil dzarroh.
Meskipun kecil, kebaikan tetaplah kebaikan
Tak jarang manusia membiarkan batu kecil atau kerikil yang menghalangi jalan saudaranya. Padahal barangkali, dengan memindahkan batu itu dari jalan, akan menjadi penyebab dimudahkannya jalannya ke surga.
Tak jarang manusia melihat dan mengacuhkan serangga kecil yang terjatuh ke air. Namun bisa jadi serangga itu akan menjadi penyebab dimudahkan segala urusan dunianya.
Tak jarang manusia tidak mendo’akan dan memaafkan saudaranya yang berbuat salah. Padahal  bisa saja do’a dan perbuatan memaafkan itu akan menjadi penyebab turunya ampunan dan kasih sayang-Nya.
Tak jarang manusia memilih untuk membelanjakan hartanya demi keinginannya, bukan kebutuhannya. Namun barangkali pemenuhan kebutuhannya itu lebih menentramkan hati dan menjauhkannya dari kesengsaraan diri, keluarga, dan kerabatnya.
Tak jarang manusia menyembunyikan ilmu dari saudaranya, sementara  ilmu adalah hujjah, syafa’at, dan tabungan kekal di hari akhirnya.
Tak jarang manusia menyembunyikan senyum simpulnya. Padahal bisa jadi senyumnya itu adalah penentram dan solusi bagi saudaranya.
Sungguh telah benar baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala beliau bersabda :
لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
Jangan sekali-kali engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) engkau bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum” (HR. Muslim)
Oleh karena itu, tahanlah hati kita dari meremehkan kebaikan sekecil apapun , dan tahanlah lisan dan tangan kita dari berbuat maksiat sekecil apapun maksiatnya. Mari kita berbuat kebaikan meskipun kecil karena kita tidak tahu amalan mana yang akan memudahkan jalan kita menuju surga.
Semoga kebaikan-kebaikan kecil yang kita lakukan bisa menjadi sedekah dan tameng bagi kita, sebagai hamba Allah yang berserah diri.

Dikutip dari             : fokusislam.com